SMK NEGERI 4 JEMBER IKUTAN PAMERAN HARDIKNAS 2009


Tanggal 2 Mesi 2009 malam minggu bertempat di Lapangan Basket Alon-alon jember Dinas Pendidikan Kab Jember menggelar pameran pendidikan. Dalam kegiatan tersebut sengaja menampilkan hanya beberapa sekolah yaitu SD Jember lor, SMP Negeri 3 Jember, SMA Negeri 1 Jember SMK Negeri 1 Sukorambi yang keempat-empatnya adalah Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di Jember dan RSBI SMK Negeri 1 Jemeber.

Peserta lainnya adalah SMK Negri 2 Jember, SMK Negeri 3 Jember, SMK Negeri 4 Jember, SMK Negeri 1 Tanggul, SMK Negeri Kalibaru Jember, Skolah Luar Biasa SLB), Keajar Paket Usaha, Pramuka pelajar.

SMK Negeri 4 Jember satu tenda dengan SMK Negeri 1 Jember dan SMK Neegeri 1 Tanggul sama-sama Sekolah Bisnis Manajemen memamerkan kepiawaian siswa dalam berwirausaha dan mengoperasikan cash register untuk kegiatan usaha perdagangan.
Sementara SMKN 1 menampilkan kepiawaian siswa dalam Design Grafis, dan SMKN Tanggul mengeluarkan kemampuan merakit Komputer.

Diluar dugaan ternyata pameran itu cukup menarik masyarakat sejak selesai upacara jam 10 pagi sampai jam 10 malam tidak sepi pengunjung. Padahal acara itu termasuk instan hanya dipersiapkan 1 hari sebelum hari H, selamat ya stand SMK secara keseluruhan menarik buanget.
(by snt)

Memimpin Dengan EQ

KEPEMIMPINAN selalu menjadi isu sentral di mana pun baik di organisasi, bisnis maupun perusahaan. Harga kepemimpinan menjadi sangat mahal untuk mengubah suatu kondisi menuju kondisi yang jauh lebih baik. Tapi dalam kenyataannya, tidak semua pemimpin dapat mengemban misi kepemimpinannya. Malahan yang muncul adalah tirani baru yang mencengkeram anak buahnya dan memaksakan segala kehendaknya tanpa acuan prinsip yang jelas. Tidak heran apabila yang muncul adalah kefrustrasian karyawan menghadapi ulah para pemimpin yang semau gue, tidak mau tahu dengan urusan karyawan dan lebih parah lagi kesannya hanya memeras keringat karyawan tanpa mau memperhatikan nasibnya.

Sejarah telah mencatat bahwa pemimpin-pemimpin besar bukanlah mereka yang duduk santai di belakang meja, angkat jari tinggi-tinggi, tunjuk sana tunjuk sini dan melampiaskan kemarahan apabila hal yang terjadi di luar harapannya. Nabi Muhammad yang disebut sebagai pemimpin luar biasa, dia adalah orang yang rendah hati, memiliki moral yang tinggi, selalu santun kepada kawan maupun lawan, selalu belajar dan selalu mengevaluasi diri. Tapi bila melihat kemunkaran, kelalaian dan sesuatu yang ganjil, dia akan tegas untuk menegur bahkan sampai menghukum. Tapi bentuk ketegasannya tidak dalam kemarahan, tidak dengan mencak-mencak. Ia tetap tegas tetapi dibalut dengan kelembutan. Bukankah tali yang kuat adalah tali yang lentur, bukan tali yang kaku ?

Pemimpin-pemimpin besar lainnya juga memiliki watak yang sama, tapi bila disederhanakan beberapa ciri pemimpin besar adalah; memiliki kecerdasan emosi, memiliki integritas, selalu belajar menambah ilmu pengetahuan, memiliki pola komunikasi interpersonal yang luwes, rendah hati, memiliki visi jauh ke depan, memiliki prinsip yang kuat dan teguh, mampu mempengaruhi pikiran orang lain, menerima kritikan dan masukan dari siapapun, selalu positif thinking, tidak pernah menyalahkan orang lain, selalu mendidik anak buahnya agar tumbuh menjadi jauh lebih baik dari hari ke hari.

Sejauhmana perusahaan memperhatikan karyawan ? Lebih spesifik lagi, sejauhmana pemimpin memperlakukan karyawan ? Karyawan juga manusia memiliki masalah, keluh kesah dan persoalan hidup sehari-hari. Ketika pemimpin tidak mau tahu terhadap persoalan karyawannya, jangan menyesal kalau terjadi turn over yang cukup tinggi di perusahaan tersebut. Pemimpin harus mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi yang tepat. Kadang bersikap sebagai seorang manager, kadang bersikap sebagai seorang bapak kepada anaknya, kadang bersikap sebagai teman atau sahabat, kadang bersikap sebagai konsultan, kadang bersikap sebagai juru therapis yang mengobati pasiennya. Pemimpin tidak bisa bersikap seperti raja yang duduk manis didampingi dayang-dayang yang selalu mengipas-ngipas dirinya, tidak pernah turun ke lapangan, dan titahnya harus dituruti, peduli apakah titahnya itu logis atau tidak, penting atau tidak. “Saya kan raja, jadi anda harus nurut.” Kepemimpinan model ini sama sekali tidak akan laku di pasaran. Mungkin anak buah menuruti perintahanya, tapi landasannya karena takut dan terpaksa, bukan karena senang melakukannya. Dan sebentar lagi mereka akan keluar dari perusahaan tersebut.

Pemimpin harus mampu mengelola emosi karyawannya. Satu waktu berikan pujian kalau karyawan melakukan berprestasi. Jangan sungkan-sungkan untuk mengatakan “Bagus, anda melakukan tugas secara baik, lanjutkan di masa-masa mendatang.” Jangan sampai terjadi, ketika salah didamprat habis-habisan sampai semaput, ketika berprestasi malahan tidak disapa sedikit pun. Ini kan tidak fair memperhatikan anak buah atau karyawan hanya ketika mereka melakukan kesalahan saja. Kalau karyawan melakukan kesalahan, jangan ditegur di tengah-tengah forum yang dilihat banyak orang. Tarik ke dalam, bicara empat mata, kalaupun mau mengkritik habis, marah atau apapun, lakukan di sana. Sehingga harga dirinya tetap terjaga. Kalau ditegur dan dimarahi di tengah-tengah karyawan lain, siapapun akan menanggung rasa malu yang sangat besar, sementara mungkin tingkat kesalahannya tidak seimbang dengan tingkat kemarahannya.

Memimpin manusia memang memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Terlalu keras dalam memperlakukan karyawan, mereka tidak bisa menerima, terlalu lembut dalam pengertian tidak tegas pun akan tidak berwibawa dan tidak dihargai. Namun selama ini pendekatan kepemimpinan melalui pendekatan emosi jauh lebih efektif karena kita melihat orang dari kacamata yang holistik. Ini memang ujian kepemimpinan, banyak orang yang pandai dan berpengalaman di mana-mana, tapi ternyata gagal dalam memimpin manusia di bawah naungannya sendiri atau karyawannya sendiri. Sampai di sini apakah kita masih bersikeras untuk memperlakukan karyawan, anak buah atau staf organisasi dengan cara-cara yang kaku, hitam putih? Atau kita berpikir ulang untuk bersikap jauh lebih luwes dalam memperlakukan karyawan.

Kecerdasan Emosi (EQ)

Apa itu kecerdasan emosi ? Apakah dalam dunia kerja emosi perlu dibawa ? Dari jaman dulu sampai sekarang faktor emosi menjadi bagian dari manusia sangat besar yang dapat menentukan ke mana arah langkah seseorang. IQ memang diperlukan, tapi IQ bukan satu-satunya perkara yang bisa menjamin kesuksesan.

Contoh sederhana, seseorang yang memiliki IQ tinggi dengan indikator nilai Matematika tinggi, 9 misalnya, nilai statistik tinggi, Bahasa Inggris tinggi, IPK 3,5. Setelah terjun ke dunia kerja apakah nilai yang tinggi tersebut bisa dijadikan modal satu-satunya untuk meningkatkan prestasi perusahaan ? Pengalaman membuktikan, mahasiwa yang memiliki nilai tinggi tanpa dibekali dengan kadar emosi yang cukup, mereka gagal dalam dunia kerja.

Sementara di sisi lain, mereka yang memiliki IPK sedang-sedang saja, tapi luwes dalam bergaul, memahami kebutuhan orang lain, memberikan perhatian kepada teman-temannya yang sedang ada masalah, mereka jauh lebih sukses dan berhasil baik dalam karier maupun dalam mentalnya. Ini perbedaan IQ dengan EQ dapat dilihat secara mencolok dari hasil kerja pikiran mereka. Demikian halnya dengan kepemimpinan. Seorang pemimpin yang menggunakan pendekatan kecerdasan emosi (EQ) akan menghasilkan kinerja jauh lebih baik ketimbang pemimpin yang hanya menggunakan pendekatan IQ. Coba bedakan, pemimpin yang menggunakan kecerdasan emosi, pola pikirnya dimulai dari melihat karyawan sebagai asset dan bagian yang penting untuk masa depan perusahaan. Apabila karyawan bebas dari masalah, selalu termotivasi, diperhatikan kebutuhan dasarnya, maka mereka dengan sendirinya akan maksimal dalam bekerja.

PROMOSI DAN MUTASI KEPALA SMK NEGERI

Telah terjadi mutasi dan promosi kepala sekolah secara besar-besaran di lingkungan Dinas Pendidikan yaitu Kepala Sekolah TK, SD, SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, SMK di PEMDA Kabupaten Jember. Pada tanggal 8 April 2009 di bertempat di aula Graha Wiyata Dinas Pendidikan, telah dilaksanakan pelantikan kurang lebih 300 orang kepala sekolah baru baik dari mutasi maupun promosi.

SMK Negeri di Jember telah juga mengalami pergeseran kepala sekolah dan promosi kepala sekolah baru. Yakni SMK RSBI Negeri 1 Jember sebelumnya dijabat oleh Sunyoto, S.Sos mutasi ke SMK Negeri 4 Jember di Jalan Kartini mengganti PLH Drs. Rinoto MM, kemudian SMK Negeri 1 Jember di gantikan oleh yang baru promosi darri Guru SMK Negeri 4 Jember Drs. Lutfi. SMK Negeri 1 Tanggul sebelumnya di jabat oleh Drs. Nurhamid digantikan oleh Drs Agus promosi dari guru SMK Negeri 1 Sukorambi. Kemudian SMK Negeri 1 Semboro yang sebelumnya dijabat oleh PLH Drs Bambang Irianto MSi.

Alasan pengangkatan atau mutasi tersebut adalah untuk mengisi formasi kekosongan Kepala di beberapa Sekolah dan penyegaran kepala sekolah yang telah lama mengabdi disuatu sekolah agar lebih maksimal. Utamanya menangani kegiatan UNAS bulan April 2009 diharapkan para kepala sekolah sudah menempati pos barunya masing-masing, walaupun sertijab masih belum dilaksanakan.

Jangan meminta suatu jabatan, terimalah dengan legowo tugas yang telah diberikan karena itulah yang terbaik bagi bapak dan ibu. Bekerjalah dengan sabar, bijaksana dan iklas. Selamat menjalankan tugas, begitu dipesankan oleh kabid Sekolah Menengah (snt)

" Goodbye UN & Congratulations ", inilah ungkapan yang paling pas ditujukan kepada anak-anak SMK atau SMA serta MA untuk saat ini. setelah beberapa hari merasakan kegelisahan, takut, stress dan perasaan campur aduk dalam menempuh UN ( Ujian Nasional ) yakni tanggal 22 s/d 25 Maret 2010 akhirnya UN selesai juga ditempuh (1/2 nafas), sekarang pengumuman kelulusan dan Nilai UN mereka telah muncul .
SMK Negeri 4 Jember Sendiri untuk anak-anak mereka tidak akan bisa santai karena pada awal bulan mei mereka semua harus menempuh ujian lokal di Sekolah sendiri. ketika anak-anak ditanya bagaimana pendapat mereka tentang UN mereka Hanya tersenyum dan sebagian lagi mengungkapkan pendapat mereka bahwa UN dinilai dari beberapa siswa " Sulit ". serta beberapa kelompok yang lainnya bilang " yach.. Lumayan-lah " serta sebagian yang lain hanya tersenyum saja.
Ketika siswa-siswi SMK Negeri 4 Jember ditanya apa ada persiapan khusus untuk menghadapi UN, mereka hanya menjawab "klo di SMK N 4 Jember sendiri diadakan berbagai macam persiapan yang anak-anak kelas 3 wajib mengikutinya , persiapan tersebut antara lain Pengayaan untuk mata pelajaran UN yakni Matematika , Bahasa Indonesia serta Bahasa Inggris . serta 3 kali diadakan TRY OUT untuk UN, serta beberapa kali Ujian Online mata pelajaran untuk UN".
Untuk pelajaran UN yang dianggap paling sulit beberapa anak berpendapat bahwa Matematika adalah pelajaran yang paling sulit. untuk beberapa pendapat yang lain Bahasa Inggris karena beberapa pendapat bilang Bahasa Inggris soalnya Mirip-mirip jawabannya. ketika ditanya Bagaimana Dengan bahasa Indonesia apakah sulit ? beberapa orang bilang ya agak sulit juga tapi setidaknya kita mengerti bahasanya sehingga bisa dimengerti sedikit-sedikit berbeda dengan bahasa inggris.
Anak-anak yang ikut ujian berharap akan kelulusan mereka, kita doakan saja semoga mereka semua dapat meraih cita-citanya dan yang belum lulus segeralah memepersiapkan bekal untuk ujian susulan UN. amin.....

Udah tidak sabar untuk melihat PENGUMUMAN KELULUSAN ? klik aja disini!!!!

Pusat Informasi SMK Negeri 4 Jember

F O R C I L

( Informasi Kecil )


Dalam mempercepat penerimaan informasi yang ada di SMK Negeri 4 Jember, kami selaku pengelola website berupaya memaksimalkan fasilitas dan kecanggihan tekologi yang ada sekarang ini dengan semaksimal mungkin.

Dengan demikian kita dapat menerima informasi yang ada antara lain :

  1. Penerimaan Siswa Baru (PSB).

Ø Jurusan Adm. Perkantoran

Ø Jurusan Akuntansi

Ø Jurusan Penjualan

  1. Pengumuman Kelususan Siswa Kelas 3.

  1. Kegiatan Yang diselenggarakan.